Tentang Doa

Posted on February 12, 2012

4


Kekuatan Doa – Sebuah Refleksi

Doa dalam keseharian

Tanpa sadar, doa telah menjadi keseharian, tak ada hari yang kita lalui tanpa doa. Mungkin yang terlintas ketika mendengar kata doa adalah momen dimana kita secara langsung berbicara dan memohon kepada yang Maha Kuasa, seperti yang biasa kita lakukan setelah shalat. sebelum dan sesudah makan, dan sebagainya. Namun perihalnya, doa tak terbatas pada itu saja. Tak jarang kita berharap atau berkata, “semoga ga kena macet ya (atau lebih seringnya, semoga macetnya cepet selesai ya, :D)”, atau sekedar memberi semangat kepada teman seperti, “good luck ya ujian nanti”. Sadar atau tidak, ketika kita mengatakan hal tersebut, pada dasarnya kita sedang berharap, kita sedang berdoa agar tidak dihadang macetnya lalu lintas, kita sedang berdoa agar teman kita dimudahkan dalam mengerjakan ujian. Ya, karena pada dasarnya setiap harapan yang terlukis dalam hati, setiap keinginan yang terlukis dalam ucap adalah doa, doa telah menjadi momen keseharian.

Kekuatan doa

Masih teringat beberapa bulan lalu saat menghadapi exams pertama di program master. Begitu banyak hal yang membuatku tertertekan, mulai dari latar belakang ilmu disiplinku yang berbeda dengan program yang aku jalani saat ini yang membuatku tertatih untuk memahami pelajaran, peer-pressure, dsb. Bisa dibilang, terlepas dari usaha siang-malam yang sudah maksimal, seminggu sebelum ujian hanya 50% dari bahan ujian yang aku kuasai. Rasa takut yang luar biasa mulai menghampiri, namun apa daya kupikir, aku sudah berusaha semaksimal mungkin, maka pada saat itu yang aku lakukan hanyalah minta restu dari orang tua dan terus berdoa, mudah-mudahan ada jalan keluarnya, mudah-mudah2an ada jalan dimana aku bisa memahami bahan ujian itu sepenuhnya. Kuucap harap itu dalam setiap shalatku, kuucap doa itu untuk memulai revision. Tanpa sadar momen-momen luar biasa terangkai dan menjadi bukti atas doa-doa yang terucap. 2 hari sebelum ujian, secara tidak sengaja aku bertemu dengan salah satu teman sekelas, dengan hopeless aku bercerita tentang kesulitanku, dan luar biasanya dengan besar hati temanku menawarkan bantuannya untuk mengajariku. Saat itu juga aku pergi kerumahnya, belajar bareng sampai jam 10:30 malam, lalu pulang menepis hawa malam musim dingin, dan sekali lagi, terucap doa, ya Allah kini usahaku benar-benar sudah maksimal, mudahkanlah aku dan sahabatku ketika ujian nanti ya Allah. Sekitar 2 minggu berlalu, saat itu sedang ditengah-tengah kelas, sahabatku Marco tiba-tiba berbisik, “hey, the exam result is out!!”. Bergetarlah diri ini, teringat bagaimana tertatihnya diri ketika menghadapi ujian, teringat bagaimana diri ini memberanikan diri untuk pulang tengah malam demi melaksanakan usaha terakhir, teringat bagaimana orang-tuaku mendoakanku di depan interface skype untuk menguatkanku. Kuberanikan diriku untuk melirik hasinya di layar hpnya Marco, terlihat sebuah tabel dengan student ID yang diurut berdasarkan exam score mulai dari yang tertinggi. Kulihat sekilas top-scorenya, wah luar biasa teman-temanku ini, ada saja yang mendapat 100 full score. Tak berani berharap tinggi, aku mulai mencari IDku dari yang paling bawah, kutelusuri buru-buru ke atas, kenapa tidak ada, kuliah untuk kedua kalinya, tidak ada, kulihat lagi untuk ketiga kalinya dan saat itulah aku meneteskan air mata tak percaya, student IDku ada di top 3 dengan full score. Tak hanya itu, kami berdua ada di top list. Subhannallah. Aku dan teman-temanku tidak percaya, diriku yang hampir menyerah di awal untuk pulang kembali ke tanah air, dengan usaha dan doa, bisa lewati ujian ini.

Dari sini ada pelajaran yang bisa diambil, bahwa doa dapat menjadi penguat diri atas kelemahan, doa menjadi jawaban atas kesulitan, doa menjadi pengantar harapan jadi nyata. Bagaimana dengan teman-teman? Sy percaya bahwa teman-teman pun memiliki pengalaman yang sama akan doa. Coba deh, sisihkan waktu sebentar saja, lalu ingat-ingat momen-momen dimana kekuatan doa mengantarmu pada mimpimu. I believe by the end of your contemplation, you`ll be amazed by how your duas have helped you to achieve what uve dreamed for 🙂

Pentingnya doa

Kalau Assad penulis Notes from Qatar punya filosofi 3Ps, aku ada 3Cs untuk The Power of Duas (:D)

1. Calmness

Doa  gives calmness. Dengan berdoa, kita mendapat ketenangan dan damai dalam diri. Dan dengan berdoa, pada satu sisi kita memasrahkan diri pada Sang Pencipta, dan di sisi lain kita mengingatkan diri bahwa pada dasarnya manusia hanya bisa berusaha, dan hasil adalah urusan Allah SWT. Kita sebagai manusia tentunya memiliki target atau rencana yang ingin dicapai dalam hidup. Tidak jarang target tersebut tercapai, namun tidak jarang juga terlepas dari usaha dan pengorbanan yang telah dilakukan, ternyata rencana tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Karena sekali lagi, usaha urusan kita, hasil urusan Allah. Jadi, ga ada lagi tuh resah, gundah, galau dan kawan-kawannya yang mengganggu damai dalam hidup. Berdoalah, karna doa adalah pengingat, karna doa adalah kunci damai diri.

2. Confidence

Doa builds confidence. Secara tidak sadar, doa itu membangun keyakinan dalam diri dengan energi positif yang dihasilkan. Coba bayangkan, semisalnya, ketika kita memiliki mimpi untuk bisa dapat beasiswa untuk kuliah di luar negeri. Pastinya kita bedoa dalam setiap shalat kita, doanya bisa macam-macam, sebagai contohnya, “Ya Allah, mampukanlah diriku untuk bisa kuliah di luar negeri, mampukanlah diriku untuk bisa mendapatkan beasiswa, dan mampukanlah diriku untuk bisa melalui proses seleksi yang ada”. Paling tidak, setiap selesai shalat fardhu, terucap doa tersebut, dan berarti paling sedikit 5x dalam sehari kita berucap dan mengatakan doa-doa tersebut. Bayangkan, kalau kita berdoa hal yang sama, selama sebulan, sudah 150 kali kita berucap pada diri sendiri dan memohon hal tersebut, selama 6 bulan 900 kali, dan selama satu tahun 1800 kali! Bayangkan, siapa sih yang ga termotivasi dan ga semangat setelah meyakinkan diri sendiri sebanyak itu? 🙂 Jadi, jangan underestimate kekuatan doa. Karna pada doa yang baik, terdapat energi positif untuk setiap langkah kita meraih mimpi.

3. Chronicles

Doa creates chronicles. Doa pun bisa mengantar kita pada untaian peristiwa bersejarah dalam hidup, terlepas dari doa yang terjawab atau tidak. Teringat tentang cerita ayahku dulu, kesuksesannya saat ini diwarnai oleh untaian peristiwa bersejarah dalam hidupnya mulai dari jadi kuli bangunan, makan sehari sekali dengan bubur cair yang masih harus dibagi dengan temannya, dsb. Namun perjuangan dan doa yang terucap dalam hatinya telah mengantarkannya pada posisinya sekarang. Atau cerita tentang sahabat kk, seorang anak tukang kayu dengan doa orang tuanya bisa tembus seleksi nasional akademi angkatan udara yang begitu selektif. Namun, ada juga cerita tentang doa-doa yang tak terjamah, tak jarang dari kita mengeluh, “Allah, kenapa doaku tak Engkau dengar,” atau “Ya Allah, kenapa aku masih gagal padahal aku sudah berdoa” dsb. Namun, coba perhatikan lagi, doa yang tak terjamah pun pada dasarnya mengantarkan kita pada untaian peristiwa yang bisa kita ambil hikmahnya dan tentunya Sang Pencipta sudah menyiapkan rencana yang lebih besar untuk kita. Hanya saja kita tidak tahu apa dan kapan akan terjadi. Teringat dulu di tahun pertama kuliah, terus-terusan gagal apply scholarship, mengeluh ya mengeluh, tapi ternyata di tahun kedua Allah memudahkan dan menyiapkan hal yang lebih baik. Jadi intinya, dengan doa kita bisa mencetak sejarah dalam hidup kita, karna dalam doa kita temukan keajaiban.

So, mari kita isi hari-hari kita dengan doa, tentunya doa-doa yang baik ya. Allah Mendengar kawan, bersuaralah! Dengan doa apa yang tidak mungkin menjadi mungkin! 🙂

salam,

virgi

sekilas info:

sudah beberapa minggu terakhir ini terima request untuk sharing tentang beasiswa di Ritsumeikan Asia Pacific University, Japan. So, I`ll share about it next week, stay tune! 

Advertisements
Posted in: Uncategorized